27.4 C
Jakarta
Monday, July 15, 2024

Rektor Paramadina: Menyatukan Gagasan Anies dan Ahok dalam Eksperimen yang Berani

Rektor Universitas Paramadina, Prof. Didik J. Rachbini, M.Sc., Ph.D., menyatakan bahwa ide politik untuk menyatukan Anies dan Ahok dalam Pilkada DKI Jakarta 2024 adalah sebuah eksperimen yang berani dan positif untuk membersihkan citra politik dari polarisasi radikal agama dan radikal sekuler.

Menurut Didik, “Radikal sekuler di sini mirip-mirip radikal kiri yang anti-agama.” Dia juga mengungkapkan bahwa politik dan demokrasi yang terbuka saat ini merupakan pertanda baik, terutama dari segi citra politik.

Didik menyebutkan beberapa faktor yang membuat penyatuan Anies dan Ahok menjadi mungkin. Pertama, Anies memang seorang yang religius namun tidak radikal seperti yang dipersepsikan saat Pilgub DKI Jakarta 2017. Kedua, Ahok yang temperamental sebenarnya adalah seorang yang nasionalis dari sejarah garis politiknya.

Didik juga percaya bahwa tidak ada lagi faktor pendorong bagi keduanya untuk menuju arah radikal, karena Anies telah mampu tampil dengan citra nasionalis religius biasa dan Ahok juga bisa diterima oleh publik.

Menyinggung peluang Anies untuk memenangkan Pilkada DKI Jakarta 2024, Didik memperkirakan bahwa peluang tersebut sangat besar, bahkan hampir mencapai 100 persen. Dia menekankan bahwa Anies telah memiliki prestasi di Jakarta meskipun juga mendapat banyak kritik.

Didik berpendapat bahwa masuknya Anies ke dunia politik dalam lima tahun ke depan adalah sebuah peluang baik, bukan hanya untuk karier pribadinya, tetapi juga untuk bangsa serta Pemilu Presiden 2029.

Artikel ini ditulis oleh D.Dj. Kliwantoro dan diedit oleh Agus Setiawan.

Source link

berita terkait

Stay Connected

0FansLike
0FollowersFollow
0SubscribersSubscribe

Berita Terbaru