33.3 C
Jakarta
Saturday, July 20, 2024

Presiden Joko Widodo Meluncurkan Pendidikan Dokter Spesialis Berbasis Rumah Sakit Resmi untuk Kesehatan Negeri

Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) resmi meluncurkan Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Berbasis Rumah Sakit Pendidikan (hospital based) pada tanggal 6 Mei 2024. Acara peluncuran ini berlangsung di RSAB Harapan Kita, Jakarta.

Program ini dianggap penting karena rasio dokter terhadap penduduk Indonesia sangat rendah, yaitu 0,47 per 1.000 penduduk, menempatkan Indonesia pada peringkat ke-147 di dunia. Saat ini, jumlah dokter umum di Indonesia hanya sebanyak 156.310 dokter, masih kurang 124.294 dokter umum untuk mencapai target 1 dokter per 1.000 penduduk. Setiap tahun, sekitar 12.000 lulusan dari 117 fakultas kedokteran di Indonesia.

Di sisi lain, jumlah dokter spesialis mencapai 49.670, namun masih kurang 29.179 dokter spesialis mengingat rasio ideal dokter spesialis 0,28 per 1.000 penduduk. Distribusi dokter spesialis pun tidak merata, dimana sekitar 59% terkonsentrasi di Pulau Jawa.

Presiden Jokowi menekankan pentingnya terobosan dalam menghasilkan lebih banyak dokter spesialis dengan standar internasional melalui kerja sama antara fakultas kedokteran dan rumah sakit pendidikan. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin juga menyatakan upaya Kementerian Kesehatan dalam mengatasi distribusi dokter yang tidak merata dengan merumuskan kebijakan Program Pendidikan Dokter Spesialis Berbasis Rumah Sakit Pendidikan.

Program ini diharapkan dapat mempercepat pemenuhan dokter spesialis dari 10 tahun menjadi sekitar 5 tahun. Dokter spesialis lulusan program ini dijamin kualitasnya dengan melibatkan kolegium di Indonesia dan luar negeri serta organisasi akreditasi seperti Accreditation Council for Graduate Medical Education (ACGME).

Dengan adanya program ini, diharapkan distribusi dokter spesialis bisa merata hingga ke tingkat kabupaten/kota. Informasi lebih lanjut dapat diperoleh melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620, dan email [email protected].

Sumber: Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI.

Source link

berita terkait

Stay Connected

0FansLike
0FollowersFollow
0SubscribersSubscribe

Berita Terbaru