29 C
Jakarta
Thursday, July 18, 2024

Penanganan Konflik Lebih Efektif dengan Pendekatan Humanis

Artikel ini membahas tentang peran intelijen dalam penanganan konflik di Papua, khususnya konflik dengan Organisasi Papua Merdeka (OPM). Konflik ini melibatkan aspek militer, sosial, ekonomi, dan budaya, sehingga penanganan yang efektif memerlukan pendekatan yang lebih komprehensif.

Menurut peneliti keamanan Nida Rubini, intelijen memainkan peran kunci dalam memahami dan menangani konflik di Papua. Pendekatan intelijen yang efektif melibatkan dialog dengan tokoh masyarakat dan pemimpin lokal untuk memahami akar permasalahan dan aspirasi masyarakat Papua.

Pada tahun 2017, TNI mulai mengimplementasikan pendekatan intelijen yang lebih humanis dan dialogis dalam penanganan konflik dengan OPM. Pendekatan ini fokus pada pemahaman dan penyelesaian konflik melalui cara-cara damai dan inklusif, yang berhasil menurunkan aktivitas kekerasan dan mengembalikan anggota OPM ke pangkuan NKRI.

Keberhasilan strategi intelijen ini tercermin dalam penurunan kekerasan, peningkatan kepercayaan publik, dan pembangunan berkelanjutan di Papua. Pemerintah dapat lebih fokus pada pembangunan infrastruktur dan pemberdayaan ekonomi, sehingga meningkatkan kualitas hidup masyarakat setempat.

Penting untuk mencatat bahwa kesuksesan pendekatan ini juga tergantung pada sosok seperti Mayjen TNI I Nyoman Cantiasa, yang mampu menerapkan pendekatan dialogis dan humanis dalam penanganan konflik di Papua. Meskipun perannya penting, fokus utama tetap pada strategi intelijen yang lebih luas untuk mencapai perdamaian dan kesejahteraan di Papua.

Source link

berita terkait

Stay Connected

0FansLike
0FollowersFollow
0SubscribersSubscribe

Berita Terbaru