29 C
Jakarta
Thursday, July 18, 2024

Mengapa Huruf ‘K’ Dipakai sebagai Singkatan ‘Ribu’ dalam Uang

Warga Antre untuk Menukarkan Uang Baru Tahun Emisi 2022 di Pasar Slipi, Jakarta

Di pasar Slipi, Jakarta, warga antre untuk menukarkan uang baru tahun emisi 2022. Hal ini merupakan kegiatan yang sering terjadi saat makan di restoran atau berbelanja, dimana label harga sering ditulis dengan satuan “K”. Contohnya, nasi goreng seharga 25K atau es teh manis dengan harga 5K.

Satuan “K” sebenarnya merupakan singkatan dari ribu dalam penyebutan harga atau jumlah. Istilah “K” berasal dari kilo, yang merupakan unit pengukuran dalam Sistem Satuan Internasional (SI).

Kilo sendiri digunakan sebagai satuan jarak (kilometer) dan satuan berat (kilogram). Dalam tingkatan, 1 kilo sama dengan 1.000 gram atau 1.000 meter. Oleh karena itu, sebagian orang menggunakan “K” untuk menggantikan “ribu” dalam penyebutan harga.

Asal kata kilo berasal dari bahasa Yunani “chilioi” yang berarti banyak atau jamak. Penggunaan “K” untuk menyingkat ribu sudah ada sejak pertengahan 1940-an, yang tercatat dalam glosarium buku teks Basic Electrical Engineering terbitan McGraw-Hill’s pada tahun 1945.

Perusahaan elektronik Radio Corporation of America (RCA) juga menggunakan “K” dalam glosariumnya, Common Words in Radio, Television, & Electronics, dua tahun setelahnya.

Penggunaan “K” sering disertai dengan penggunaan istilah IDR, yang merupakan kode resmi mata uang Indonesia menurut ISO 4217. Sehingga, jika ada produk dengan keterangan IDR 100K, artinya harga produk tersebut adalah Rp100.000.

Selain untuk harga, satuan “K” juga digunakan dalam teknologi untuk menunjukkan resolusi pada gambar seperti 2K dan 4K. Resolusi 2K berarti 2.560 x 1.440 pixel, sedangkan 4K berarti 3.840 x 2.160 pixel.

Dengan demikian, penggunaan “K” dalam label harga maupun dalam teknologi memiliki makna yang berbeda namun tetap merujuk pada satuan ribu atau kilo.

Source link

berita terkait

Stay Connected

0FansLike
0FollowersFollow
0SubscribersSubscribe

Berita Terbaru