33.3 C
Jakarta
Tuesday, July 23, 2024

Masih Ada Beban Kanker di Dunia – Kesehatan Negeriku

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) baru-baru ini merilis data terbaru yang menunjukkan bahwa sebagian besar negara tidak menyediakan layanan yang memadai untuk kanker dalam cakupan kesehatan universal. Data ini dirilis dalam rangka peringatan Hari Kanker Sedunia yang jatuh pada tanggal 4 Februari 2024.

Menurut data yang dirilis oleh International Agency for Research on Cancer (IARC), terdapat sepuluh jenis kanker yang masih mendominasi dua per tiga kasus baru dan menjadi penyebab kematian utama di seluruh dunia. Data tersebut menunjukkan bahwa kasus kanker baru di dunia mencapai 20 juta, dengan jumlah kematian sebesar 9,7 juta kasus. Kanker paru merupakan jenis kanker dengan kasus terbanyak, diikuti oleh kanker payudara, kanker kolorektal, kanker prostat, dan kanker perut.

WHO juga mengeluarkan data survei yang menunjukkan bahwa sebagian besar negara tidak menyediakan layanan yang memadai untuk kanker dalam cakupan kesehatan universal. Hanya 39 dari 115 negara yang memasukkan manajemen kanker sebagai layanan kesehatan inti untuk semua warga negara, yang dapat meningkatkan risiko kematian bagi penderita kanker.

Di Indonesia sendiri, kanker payudara termasuk jenis kanker yang paling sering terjadi, bersama dengan kanker leher rahim, kanker paru, kanker kolorektal, dan kanker liver. Menurut Global Cancer Statistics (Globocan) yang dirilis oleh WHO, Indonesia pada tahun 2020 mencatat 396.914 kasus kanker baru dengan 234.511 kematian akibat kanker.

Untuk menurunkan risiko kanker, WHO bekerja sama dengan berbagai negara, termasuk Indonesia, dalam menjalankan program-program pencegahan. Salah satunya adalah program imunisasi HPV untuk mencegah kanker serviks. Program ini juga telah dimasukkan dalam program imunisasi nasional di Indonesia.

Meskipun begitu, masih terdapat jurang yang lebar dalam layanan kesehatan untuk kanker, terutama dalam hal transplantasi sel punca. Negara-negara maju lebih mungkin menyediakan layanan ini dibandingkan dengan negara berkembang. Upaya terus dilakukan untuk meningkatkan akses dan kualitas layanan kesehatan bagi penderita kanker di seluruh dunia.

Source link

berita terkait

Stay Connected

0FansLike
0FollowersFollow
0SubscribersSubscribe

Berita Terbaru