33.3 C
Jakarta
Saturday, July 20, 2024

Kemenkes RI Mengomentari Hebohnya Bakteri Pemakan Daging di Jepang

Jepang sedang mengalami wabah Streptococcal Toxic Shock Syndrome (STSS), penyakit yang berhubungan dengan bakteri pemakan daging manusia. Total jumlah kasus telah hampir mencapai 1.000 orang. Namun, Kementerian Kesehatan Indonesia belum mendeteksi kasus tersebut di Indonesia.

Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kemenkes RI, dr. Siti Nadia Tarmizi, menjelaskan bahwa pemerintah akan memantau STSS melalui surveilans sentinel Influenza Like Illness (ILI), Severe Acute Respiratory Infection (SARI), dan pemeriksaan genomik. Dr. Nadia menekankan pentingnya menjaga kebiasaan baik seperti cuci tangan dan memakai masker untuk mencegah penyebaran penyakit.

Meskipun Pemerintah Indonesia belum memberlakukan pembatasan perjalanan dari dan ke Jepang, laporan dari University of Nebraska Medical Center dan National Institute of Infectious Diseases Jepang menunjukkan peningkatan jumlah kasus STSS di Jepang. Mayoritas kasus yang menimbulkan kematian terjadi pada orang berusia di atas 50 tahun.

STSS adalah infeksi bakteri langka yang serius dan bisa mematikan ketika bakteri menyebar ke jaringan dalam dan aliran darah. Penularan STSS dapat melalui pernapasan dan droplet dari penderita ke orang lain. Gejala awal biasanya demam, nyeri otot, dan muntah-muntah, namun dapat berkembang menjadi gejala yang mengancam nyawa seperti nyeri dan bengkak anggota tubuh, tekanan darah rendah, masalah pernapasan, dan kegagalan organ.

Pencegahan STSS melibatkan kebiasaan baik seperti cuci tangan dan memakai masker. Meskipun penularannya bisa dicegah dengan pengendalian Covid-19, para ahli masih mencari tahu bagaimana bakteri tersebut bisa masuk ke dalam tubuh. Orang lanjut usia dengan luka terbuka dan pasien yang baru menjalani operasi berisiko tinggi tertular STSS. Adanya peningkatan kasus di negara-negara Eropa setelah pembatasan sosial dilonggarkan menunjukkan pentingnya tetap waspada terhadap penyakit ini.

Source link

berita terkait

Stay Connected

0FansLike
0FollowersFollow
0SubscribersSubscribe

Berita Terbaru