33.3 C
Jakarta
Saturday, July 20, 2024

Kamar dengan 4 Tempat Tidur yang Dilengkapi AC

Juru Bicara Kementerian Kesehatan (Kemenkes RI), dr. Mohammad Syahril mengklaim bahwa sistem Kelas Rawat Inap Standar (KRIS) telah menetapkan beberapa syarat, terutama terkait jumlah fasilitas di dalam satu kamar untuk meningkatkan kenyamanan pasien yang sedang dirawat di rumah sakit.

Menurut dr. Syahril, KRIS mewajibkan satu kamar hanya berisi maksimal empat tempat tidur. Oleh karena itu, rumah sakit yang bekerja sama dengan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan (BPJS Kesehatan) namun memiliki lebih dari empat tempat tidur di satu kamar harus melakukan penyesuaian.

“Kamar hanya boleh menampung empat tempat tidur. Jarak antara satu tempat tidur dengan yang lain harus minimal 1,5 meter,” jelas dr. Syahril di Kantor Kemenkes RI, Jakarta, pada Rabu (15/5/2024).

Dr. Syahril menyatakan bahwa pengurangan jumlah tempat tidur dalam satu kamar tersebut tidak berarti mengurangi total kapasitas tempat tidur di rumah sakit. Tempat tidur yang dikurangi dari satu ruangan dapat dialihkan ke ruangan lain, baik yang sudah ada atau baru, sehingga jumlah total tempat tidur tetap sama.

“Tempat tidur yang dikurangi dalam satu ruangan dapat dipindahkan ke ruangan lain. Misalnya, jika awalnya ada enam tempat tidur dalam satu ruangan, maka akan dikurangi menjadi empat. Sisanya akan dipindahkan ke tempat lain,” tambah dr. Syahril.

Ia juga menekankan bahwa rumah sakit harus menyediakan tabung oksigen dan bel untuk memanggil tenaga kesehatan (nurse call) untuk setiap tempat tidur yang ada di rumah sakit.

“Tabung oksigen dan bel harus disediakan satu per satu tempat tidur. Kamar mandi juga harus berada di dalam kamar, karena di beberapa rumah sakit kelas tiga kamar mandi masih berada di luar,” urai dr. Syahril.

Selain itu, dr. Syahril juga mengungkapkan bahwa setiap kamar KRIS harus dilengkapi dengan ventilasi udara dan pencahayaan ruangan yang memadai, serta penggunaan pendingin ruangan (AC).

“Temperatur ruangan juga harus diatur dan idealnya menggunakan AC,” ungkap dr. Syahril.

Dalam penerapan KRIS, Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 59 Tahun 2024 telah menetapkan 12 persyaratan terkait fasilitas ruang perawatan pada layanan rawat inap berdasarkan KRIS. Hal ini diatur dalam Pasal 46 A Ayat 1.

1. Komponen bangunan yang digunakan tidak memiliki tingkat porositas tinggi.
2. Ventilasi udara harus mencukupi pertukaran udara minimal 6 kali per jam.
3. Pencahayaan ruangan harus memenuhi standar 250 lux untuk penerangan dan 50 lux untuk pencahayaan tidur.
4. Setiap tempat tidur harus dilengkapi dengan 2 kotak kontak dan nurse call.
5. Setiap tempat tidur harus memiliki nakas.
6. Suhu ruangan harus dapat dipertahankan antara 20 hingga 26 derajat Celsius.
7. Ruangan harus terbagi berdasarkan jenis kelamin, usia, dan jenis penyakit.
8. Kepadatan ruang rawat inap maksimal 4 tempat tidur dengan jarak minimal 1,5 meter antara tepi tempat tidur.
9. Pisau partisi harus terpasang di plafon atau digantung.
10. Kamar mandi harus berada di dalam ruang rawat inap.
11. Kamar mandi harus memenuhi standar aksesibilitas.
12. Harus tersedia outlet oksigen.

Dengan penerapan KRIS ini, diharapkan kualitas pelayanan rumah sakit di Indonesia dapat ditingkatkan dan memenuhi standar yang telah ditetapkan.

Source link

berita terkait

Stay Connected

0FansLike
0FollowersFollow
0SubscribersSubscribe

Berita Terbaru