29.3 C
Jakarta
Monday, July 22, 2024

Jurus Bagus untuk Mengatasi Masalah Kekurangan 29 Ribu Dokter Spesialis di RI

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan bahwa Indonesia mengalami kekurangan 29 ribu dokter spesialis. Hal ini menyebabkan produksi dokter spesialis hanya sebanyak 2.700 per tahun, sementara kebutuhan mencapai 29 ribu hingga 30 ribu. Untuk mengatasi permasalahan ini, Budi Gunadi Sadikin telah merumuskan kebijakan Pendidikan Dokter Spesialis berbasis Rumah Sakit Pendidikan sebagai Penyelenggara Utama.

Belajar dari Inggris yang memiliki populasi seperenam dari total penduduk Indonesia namun mampu memproduksi 12 ribu dokter spesialis per tahun, hampir lima kali lipat dari produksi Indonesia. Hal ini disebabkan oleh perbedaan sistem pendidikan kedokteran antara kedua negara. Oleh karena itu, kebijakan pendidikan berbasis rumah sakit dan kolegium diterapkan untuk meningkatkan produksi dokter spesialis.

Sebanyak 420 rumah sakit pendidikan akan menjadi mitra dari 24 fakultas kedokteran yang telah menyelenggarakan pendidikan spesialis. Para peserta pendidikan dokter spesialis akan mendapatkan kemudahan, seperti tidak perlu membayar uang kuliah atau uang pangkal. Mereka akan menjadi tenaga kontrak dari rumah sakit dengan berbagai keuntungan yang sama dengan tenaga kerja lainnya.

Seluruh proses rekruitmen peserta dan wawancara dilakukan secara transparan untuk memastikan semua orang memiliki kesempatan yang sama tanpa memandang asal usulnya. Selain itu, penyusunan kurikulum melibatkan kolegium di Indonesia dan ahli asing sehingga kurikulum yang dihasilkan tidak hanya bersifat lokal namun juga internasional. Tujuannya adalah agar ilmu-ilmu baru dari luar negeri dapat diakses dan diintegrasikan dalam kurikulum dokter spesialis di Indonesia.

Source link

berita terkait

Stay Connected

0FansLike
0FollowersFollow
0SubscribersSubscribe

Berita Terbaru