29.3 C
Jakarta
Monday, July 22, 2024

Jauhi Enam Kebiasaan Ini Agar Tidak Mengalami Kesulitan Kaya

Menjadi sejahtera dengan kekayaan adalah impian banyak orang. Namun, tidak semua orang tahu bahwa menjadi orang kaya dimulai dengan pola pikir yang berbeda dari kebanyakan orang. Seorang akuntan, Tom Corley, melakukan penelitian selama lima tahun dengan mewawancarai 233 miliarder untuk belajar tentang kebiasaan dan cara berpikir mereka.

Menurut Corley, miliarder-miliarder tersebut memiliki pendapatan tahunan rata-rata sebesar US$160 ribu. Menurut mereka, salah satu kunci kekayaan adalah menghindari pemborosan dan memilih dengan bijak dalam membeli barang.

Berikut adalah enam kebiasaan membeli barang yang dihindari oleh orang kaya:

1. Makanan Olahan dan Kemasan: Orang kaya lebih memilih makanan organik atau sehat yang tidak mengandung bahan pengawet. Mereka sering mencari produk berkualitas tinggi dan mengunjungi pasar petani untuk mendapatkan produk yang berkualitas.

2. Produk Murah: Para miliarder tidak tertarik pada tren fesyen atau furnitur murah dengan kualitas rendah. Mereka lebih memilih untuk berinvestasi dalam barang berkualitas agar lebih tahan lama.

3. Perbaikan Rumah atau Mobil: Orang kaya lebih suka menghabiskan uang untuk mengganti barang yang rusak daripada memperbaikinya. Mereka melihat penggantian barang baru lebih menguntungkan dalam jangka panjang.

4. Alat dan Perlengkapan Pembersih Taman: Orang kaya cenderung menyewa penata taman untuk merawat taman mereka, sehingga tidak perlu membeli peralatan perawatan taman.

5. Tiket Lotre atau Judi Slot: Para miliarder menghindari perjudian karena melihatnya sebagai pemborosan.

6. Belanja Impulsif: Orang kaya memiliki kemampuan mengendalikan nafsu belanja dan lebih memikirkan dengan matang sebelum membeli suatu hal.

Dengan mengikuti kebiasaan ini, diharapkan bisa membantu seseorang dalam meraih kesuksesan finansial dan menjadi lebih sejahtera.

Source link

berita terkait

Stay Connected

0FansLike
0FollowersFollow
0SubscribersSubscribe

Berita Terbaru