33.3 C
Jakarta
Tuesday, July 23, 2024

Interval puncak peningkatan kasus DBD semakin berkuran

Interval peningkatan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) semakin pendek, kata Kementerian Kesehatan (Kemenkes), karena perubahan cuaca yang tidak menentu. Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Kemenkes Imran Pambudi mengatakan bahwa DBD pertama kali ditemukan di Indonesia pada tahun 1968 dan awalnya peningkatan kasusnya terjadi setiap 10 tahun sekali, seiring dengan terjadinya El Nino.

Imran menjelaskan bahwa interval peningkatan kasus DBD kini semakin pendek, hanya sekitar 5 tahun bahkan 3 tahun. Bahkan di Jakarta, setiap tahun terjadi kasus demam berdarah. Hal ini harus diwaspadai, terutama karena nyamuk Aedes aegypti yang menyebarkan penyakit tersebut menggigit lebih sering saat suhu meningkat, terutama pada bulan Juli dan Agustus.

Imran juga menekankan pentingnya inovasi dalam upaya pencegahan DBD. Selain memerangi nyamuk melalui berbagai cara, pemerintah daerah juga perlu melakukan evaluasi terhadap efektivitas upaya-upaya tersebut. Imran juga mengingatkan bahwa nyamuk merupakan binatang pembunuh nomor satu di dunia, membunuh sekitar 1 juta orang setiap tahun.

Di Indonesia, angka kematian akibat DBD pada tahun 2024 mencapai 869 kasus pada minggu ke-25, sedangkan total kematian pada tahun 2023 adalah 894 kasus. Jumlah kasus DBD juga meningkat, dengan sekitar 146 ribu kasus pada tahun 2024 dibandingkan dengan sekitar 114 ribu kasus pada tahun 2023. Wilayah-wilayah padat penduduk seperti Jawa Barat, Jawa Timur, Jakarta, dan Bali merupakan wilayah dengan sebaran kasus DBD terbanyak.

Kemenkes mengingatkan pentingnya kesadaran masyarakat dalam pencegahan DBD, serta perlunya kerja sama antara pemerintah dan masyarakat dalam mengatasi penyakit ini.

Source link

berita terkait

Stay Connected

0FansLike
0FollowersFollow
0SubscribersSubscribe

Berita Terbaru