29 C
Jakarta
Wednesday, July 17, 2024

Imunisasi Aman untuk Sel dan DNA – Kesehatan Negeriku

Sebuah video yang menyebarkan informasi keliru mengenai bahaya imunisasi untuk anak-anak telah beredar di media sosial baru-baru ini. Narasi dalam video tersebut mengklaim bahwa imunisasi dapat merusak sel dan DNA, yang kemudian dapat menyebabkan penyakit autoimun, meningitis, dan penyakit lainnya.

Direktur Pengelolaan Imunisasi Kementerian Kesehatan RI, dr. Prima Yosephine, M.K.M., menegaskan bahwa narasi dalam video tersebut sangatlah keliru dan menyesatkan. Beliau mendorong masyarakat untuk mencari informasi yang valid dari sumber terpercaya seperti situs resmi Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), atau Centers for Disease Control and Prevention (CDC).

Ketua Komisi Nasional Pengkajian dan Penanggulangan Kejadian Ikutan Pasca-Imunisasi (Komnas PP KIPI), Prof. Dr. dr. Hindra Irawan Satari, Sp.A(K), M.Trop.Paed., menambahkan bahwa narasi tentang kerusakan sel dan DNA akibat imunisasi telah lama beredar. Namun, hingga saat ini tidak ada bukti ilmiah yang mengaitkan imunisasi dengan kerusakan sel dan DNA, penyakit autoimun, atau meningitis.

Imunisasi sebenarnya adalah upaya pemberian vaksin untuk melindungi seseorang dari penyakit tertentu dan meningkatkan kekebalan tubuh terhadap berbagai penyakit menular di masa mendatang. Imunisasi tidak hanya melindungi individu dari penyakit serius, tetapi juga melindungi masyarakat secara keseluruhan dengan membantu membangun kekebalan komunitas dan mengurangi penyebaran penyakit.

Kementerian Kesehatan RI telah menegaskan bahwa imunisasi yang tepat waktu pada masa anak-anak sangat penting. Ini dikarenakan imunisasi membantu memberikan kekebalan sebelum anak-anak terpapar penyakit yang berpotensi mengancam jiwa. Vaksin yang diberikan juga telah melalui uji keamanan dan efektivitas untuk anak-anak pada usia yang direkomendasikan.

Efek samping imunisasi yang umum termasuk nyeri, demam, atau sakit kepala, yang dikenal sebagai Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI). Namun, perlu diingat bahwa KIPI tidak selalu terjadi dan manfaat imunisasi jauh lebih besar daripada risiko efek sampingnya.

Imunisasi juga membantu mengurangi kecemasan orang tua terhadap penyakit berbahaya dan menular pada anak-anak. Dengan imunisasi, orang tua dapat merasa lebih yakin bahwa anak-anak mereka akan tumbuh kembang dengan sehat dan aman. Beberapa penyakit yang dapat dicegah melalui imunisasi antara lain hepatitis B, tuberkulosis (TB), tetanus, difteri, pertusis, polio, meningitis, pneumonia, campak, dan rubella.

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), imunisasi adalah upaya untuk mengurangi risiko tertular penyakit dengan memanfaatkan sistem kekebalan tubuh alami untuk membangun perlindungan. Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal The Lancet pada 2 Mei 2024 mengungkapkan bahwa upaya imunisasi global telah menyelamatkan sekitar 154 juta nyawa selama 50 tahun terakhir.

Di Indonesia, imunisasi merupakan bagian dari program kesehatan masyarakat berdasarkan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan. Pemerintah bertanggung jawab untuk menyediakan imunisasi bagi bayi dan anak sesuai dengan UU Kesehatan. Imunisasi bukanlah bentuk pemaksaan, melainkan kewajiban negara dan masyarakat untuk melindungi anak-anak dari penyakit berbahaya.

Program imunisasi nasional tidak memerlukan informed consent individual karena telah disosialisasikan luas dan bertujuan melindungi anak-anak dari penyakit yang dapat menyebabkan kematian dan kecacatan. Imunisasi adalah hak setiap anak dan merupakan kunci untuk menjamin generasi penerus bangsa dapat tumbuh dan berkembang secara optimal.

Source link

berita terkait

Stay Connected

0FansLike
0FollowersFollow
0SubscribersSubscribe

Berita Terbaru