29 C
Jakarta
Wednesday, July 17, 2024

Daftar 10 Kota Paling Nyaman untuk Ditinggali di Seluruh Dunia, Sayangnya Tanpa Representasi dari Indonesia

Jakarta, CNBC Indonesia – Tinggal di kota yang nyaman dan memadai dari berbagai aspek, seperti layanan kesehatan, pendidikan, hingga infrastruktur adalah impian bagi hampir semua orang. Lantas, kota manakah yang paling nyaman untuk menjadi tempat tinggal di dunia?

Melansir dari CNBC Make It, Economist Intelligence Unit (EIU) mengungkapkan bahwa selama tiga tahun berturut-turut, Vienna atau Wina, ibu kota Austria, menjadi kota yang paling layak huni di dunia.

Laporan tahunan yang bertujuan untuk menunjukkan seberapa nyaman suatu kota untuk dihuni ini meneliti 173 kota secara global berdasarkan 30 indikator yang disusun dalam lima kategori, yakni stabilitas, layanan kesehatan, budaya dan lingkungan, pendidikan, dan infrastruktur.

Berkat skor sempurna dalam bidang stabilitas, layanan kesehatan, pendidikan, dan infrastruktur, Wina kembali memimpin daftar tahun ini, diikuti oleh negara-negara Eropa lainnya, yaitu Kopenhagen, Denmark dan Zurich, Swiss.

Berikut daftar 10 kota yang paling layak dan nyaman untuk dihuni di dunia menurut Economist Intelligence Unit melalui laporan The Global Liveability Index 2024:
Vienna/Wina, Austria
Kopenhagen, Denmark
Zürich, Swiss
Melbourne, Australia
Calgary, Kanada
Jenewa, Swiss
Sydney, Australia
Vancouver, Kanada
Osaka, Jepang
Auckland, Selandia Baru

Secara global, Eropa Barat menjadi wilayah dengan kinerja terbaik dalam hal kelayakan huni, yakni dengan skor keseluruhan 92 dari 100. Namun, peringkat ini telah menurun sejak tahun lalu karena meningkatnya jumlah protes dan kejahatan yang “membebani kategori stabilitas”.

Lalu, Amerika Utara menjadi wilayah terbaik untuk dihuni kedua di dunia dengan skor rata-rata 90,5 dari 100 dan peringkat tertinggi dalam bidang pendidikan.

Lantas, manakah kota yang paling layak dan nyaman untuk dihuni di Asia?
Menurut laporan yang sama, skor kelayakan hidup kota-kota di Asia terus meningkat secara global, khususnya Hong Kong yang mengalami lonjakan peringkat, yaitu naik dari peringkat 61 ke 50.

“Meskipun belum kembali seperti sebelum 2019, lanskap politik Hong Kong telah [stabil] dengan risiko gangguan akibat protes massal kini dapat diabaikan,” menurut EIU, dikutip Selasa (2/7/2024).

“Undang-undang keamanan nasional dan peraturan daerah yang diperkenalkan pada awal 2024 telah memulihkan stabilitas politik. Namun, perubahan skor ini mencerminkan trade-off yang besar terhadap masyarakat sipil Hong Kong, sebagaimana dibuktikan dengan menurunnya skor kota ini dalam Indeks Demokrasi yang kami terbitkan secara terpisah,” lanjut penjelasan EIU.

Berikut daftar 10 kota yang paling layak dan nyaman untuk dihuni di Asia:
Melbourne, Australia (peringkat ke-4 secara global)
Sydney, Australia (peringkat ke-7)
Osaka, Jepang (peringkat ke-9)
Auckland, Selandia Baru (peringkat ke-9)
Adelaide, Australia (peringkat ke-11)
Tokyo, Jepang (peringkat ke 14)
Perth, Australia (peringkat ke-15)
Brisbane, Australia (peringkat ke-16)
Wellington, Selandia Baru (peringkat ke-20)
Singapura, Singapura (peringkat ke-26)

Berdasarkan laporan yang sama, Singapura yang menduduki peringkat ke-26 di dunia juga mencatatkan perubahan positif yang signifikan dan menjadi negara dengan peningkatan terbesar kedua dalam setahun terakhir, yakni dengan nilai 100 dalam kategori layanan kesehatan.

Sementara itu, Osaka dan Tokyo di Jepang juga masuk dalam daftar 10 teratas untuk Asia. Menurut laporan yang sama, Tokyo layak masuk ke dalam daftar kota ternyaman karena mampu mempertahankan kualitas layanan publik dan keamanan bagi masyarakat setempat.

“Sebagai kota terpadat di antara 20 kota teratas, Tokyo layak mendapat penghargaan tambahan karena mampu mempertahankan standar tinggi penyediaan layanan publik dan keamanan bagi populasi yang sangat besar,” tulis laporan EIU.

Sedangkan, kota-kota di Afrika Sub-Sahara serta kawasan Timur Tengah dan Afrika Utara, seperti Damaskus, Suriah dan Tripoli, Libya menempati peringkat dua kota terbawah sebagai kota ternyaman untuk dihuni akibat banyaknya kerusuhan sipil yang telah meruntuhkan perekonomian negara.

Bahkan, Kyiv di Ukraina menduduki peringkat ke-9 sebagai kota paling tidak layak huni di dunia. Hal ini didorong oleh faktor konflik bersenjata aktif setelah invasi Rusia pada Februari 2022 lalu.

Tak hanya itu, ibu kota Israel, Tel Aviv juga menjadi negara yang mengalami penurunan terbesar tahun ini, yakni turun 20 peringkat ke peringkat 112 secara global akibat genosida yang dilakukan terhadap Palestina sejak 7 Oktober 2023.

(rns/rns)

Source link

berita terkait

Stay Connected

0FansLike
0FollowersFollow
0SubscribersSubscribe

Berita Terbaru