29 C
Jakarta
Thursday, July 18, 2024

BPOM Mengungkap Banyak Pangan di Indonesia Mengandung Kadar Gula Tinggi: Berbahaya bagi Kesehatan, Tetap Digemari oleh Masyarakat

Banyak produk pangan di Indonesia diketahui memiliki kandungan gula tinggi, yang dapat menyebabkan risiko penyakit dan bahkan kematian. Menurut laporan BPOM, risiko penyakit akibat pangan meningkat, terutama pada anak usia di bawah lima tahun. Data juga menunjukkan bahwa masih banyak Kejadian Luar Biasa Keracunan Pangan (KLB KP) yang belum dilaporkan di Indonesia.

Mayoritas kasus KLB KP disebabkan oleh masakan rumah tangga, gerai pangan jajanan keliling, dan jasa boga. BPOM menekankan pentingnya penerapan praktik cara produksi yang baik dalam pengolahan pangan untuk mencegah pangan terkontaminasi dan menghindari keracunan pangan.

Selain KLB KP, Indonesia juga menghadapi peningkatan risiko penyakit tidak menular yang dikaitkan dengan pola asupan masyarakat yang tidak sehat. BPOM mencatat bahwa penyakit tidak menular, seperti penyakit kardiovaskular dan diabetes, banyak disebabkan oleh makanan tidak sehat.

BPOM telah mengeluarkan kebijakan mengenai pelabelan gizi pada label pangan olahan untuk membantu masyarakat membuat keputusan pembelian yang lebih sehat. Saat ini, terdapat dua sistem front of pack nutrition labelling (FOPNL) yang dapat diadopsi oleh industri pangan olahan, yaitu panduan asupan gizi harian warna monokrom dan logo pilihan lebih sehat (PLS).

Implementasi FOPNL masih bersifat sukarela, namun BPOM terus mendorong pelaku usaha untuk mencantumkannya pada label kemasan pangan olahan. Logo PLS pada produk pangan olahan menandakan bahwa produk tersebut memenuhi kriteria “lebih sehat” dibandingkan dengan produk sejenis. Semoga langkah-langkah ini dapat membantu mengurangi risiko penyakit tidak menular di Indonesia.

Source link

berita terkait

Stay Connected

0FansLike
0FollowersFollow
0SubscribersSubscribe

Berita Terbaru