29.3 C
Jakarta
Monday, July 22, 2024

Banyak Muda Menolak Kuliah demi Langsung Bekerja, Ini Penyebabnya

Sebuah laporan terbaru menunjukkan bahwa banyak anak muda mulai enggan melanjutkan pendidikan tinggi, salah satunya karena masalah biaya. Data dari National Student Clearinghouse Research Center menunjukkan bahwa jumlah siswa SMA yang tidak melanjutkan pendidikan mereka semakin banyak sejak pandemi terjadi. Angkatan tahun 2024 hanya terdiri dari lebih dari 900 ribu siswa, jauh lebih sedikit dibandingkan dengan jumlah pendaftar pada tahun 2020.

Menurut laporan Pew Research Center, sebanyak 22% responden menyatakan bahwa biaya kuliah sebanding dengan membebani diri dengan utang pendidikan. Analis dari Pew yang dikutip CNBC Internasional menyatakan bahwa kondisi pekerjaan bagi mereka tanpa gelar sarjana juga lebih baik saat ini. Sejak satu dekade terakhir, angka pengangguran turun drastis, dan peluang bagi pekerja berusia 25-34 tahun terus meningkat.

Menurut peneliti senior dari Pew, Richard Fry, pasar tenaga kerja saat ini sangat ketat, dan ini terutama menguntungkan bagi pekerja berpendidikan rendah. Fenomena ini menimbulkan dilema antara mencari uang sekarang atau berinvestasi dalam pendidikan tinggi, karena pasar tenaga kerja dilaporkan mengalami kekurangan.

Namun, lulusan perguruan tinggi juga tidak sepenuhnya tidak beruntung. Menurut Pew, pendapatan para lulusan mengalami kenaikan signifikan dalam periode yang sama. Bank Sentral New York melaporkan bahwa gaji lulusan perguruan tinggi (usia 22-27 tahun) 67% lebih tinggi dibandingkan dengan mereka yang hanya memiliki ijazah SMA.

Dengan kondisi pasar tenaga kerja yang ketat saat ini, banyak calon mahasiswa dihadapkan pada pilihan sulit antara mendapatkan uang sekarang atau berinvestasi dalam pendidikan tinggi. Meskipun demikian, memiliki gelar sarjana masih memberikan keuntungan yang signifikan dalam hal pendapatan di masa depan.

Source link

berita terkait

Stay Connected

0FansLike
0FollowersFollow
0SubscribersSubscribe

Berita Terbaru