29 C
Jakarta
Wednesday, July 17, 2024

Apa Penyebab Kekurangan Populasi Pria di Lima Negara Ini?

Jumlah populasi di dunia mengalami perubahan. Pada beberapa negara, terdapat ketimpangan antara jumlah laki-laki dan perempuan yang membuat populasi pria menjadi lebih sedikit dibandingkan perempuan. Hal ini membuat para pria di beberapa belahan dunia menjadi rebutan.

1. Armenia
Armenia, sebuah negara di Asia Tengah, memiliki populasi pria yang lebih sedikit dibandingkan perempuan. Hal ini disebabkan oleh genosida yang pernah terjadi selama Perang Dunia I, di mana sebagian besar korban adalah kaum pria. Hingga saat ini, Armenia masih didominasi oleh kaum wanita, dan banyak di antara mereka memilih untuk mencari pasangan hidup di luar negeri.

2. Ukraina
Negara Ukraina, yang sedang mengalami perang, juga memiliki populasi pria yang lebih sedikit daripada perempuan. Banyak korban jiwa akibat perang di Ukraina adalah kaum pria, yang menyebabkan kesenjangan gender yang besar. Perang Dunia II juga merupakan faktor utama dalam penurunan populasi pria di Ukraina.

3. Belarusia
Belarusia adalah negara lain yang mengalami krisis populasi pria. Perbandingan populasi pria dan perempuan di Belarusia hanya mencapai 85,1 banding 100. Hal ini disebabkan oleh keterlibatan banyak pria Belarusia dalam Perang Dunia II, yang menyebabkan tingkat kematian yang tinggi di kalangan kaum pria.

4. Latvia
Latvia, sebuah negara kecil di pantai Laut Baltik, juga memiliki kesenjangan gender yang tinggi. Konsumsi alkohol dan merokok yang tinggi di kalangan pria Latvia menjadi faktor utama dalam penurunan populasi pria di negara tersebut. Selain itu, tingkat bunuh diri yang tinggi di kalangan pria Latvia juga menjadi perhatian serius bagi pemerintah.

5. Rusia
Rusia, negara dengan wilayah terbesar di dunia, memiliki populasi pria yang hanya mencapai 47%. Faktor utama dari ketimpangan populasi pria di Rusia adalah dampak Perang Dunia II dan perilaku tidak sehat seperti merokok dan konsumsi alkohol. Banyak perempuan Rusia yang mencari pasangan hidup di luar negeri karena kesulitan menemukan pasangan di negaranya sendiri.

Source link

berita terkait

Stay Connected

0FansLike
0FollowersFollow
0SubscribersSubscribe

Berita Terbaru