27.6 C
Jakarta
Wednesday, July 24, 2024

5 Penyesalan Besar Manusia Sebelum Menghadapi Kematian

Kematian adalah suatu kepastian yang dihadapi oleh setiap makhluk hidup di dunia. Menjelang kematian, seringkali banyak orang menyampaikan penyesalan mereka dalam hidup.

Pada saat akhir hidup, seseorang cenderung memikirkan hal-hal yang mereka harap bisa mereka ubah sebelum ajal menjemput. Ada yang ingin lebih banyak mengungkapkan cinta dan menggunakan kata-kata terakhir untuk mengucapkan terima kasih kepada orang-orang penting dalam hidup mereka.

Bronnie Ware, penulis buku “The Top Five Regrets of the Dying”, menyatakan bahwa banyak orang menyesal karena tidak melakukan hal-hal yang cukup untuk diri mereka sendiri. Selama 8 tahun sebagai perawat pasien terminal, Bronnie mendengarkan rasa bersalah dan penyesalan dari pasien-pasiennya. Hal ini menginspirasinya untuk mencatat 5 kalimat penyesalan yang paling sering diutarakan oleh mereka.

Kelima kalimat penyesalan tersebut antara lain:

1. Saya berharap saya memiliki keberanian untuk hidup jujur pada diri sendiri, bukan hidup sesuai harapan orang lain.
2. Saya berharap saya tidak terlalu bekerja keras.
3. Saya berharap saya punya keberanian untuk mengungkapkan perasaan saya.
4. Saya berharap saya tetap menjaga hubungan dengan teman-teman saya.
5. Saya berharap saya lebih memprioritaskan kebahagiaan diri sendiri.

Bronnie mengatakan bahwa penyesalan nomor 1 adalah yang paling sering diungkapkan oleh pasiennya. Banyak orang tidak berhasil mencapai impian mereka karena terkekang oleh ekspektasi orang lain atau pilihan-pilihan yang mereka buat.

Memprioritaskan kebahagiaan dan kepentingan diri sendiri, serta menjaga hubungan dengan orang terdekat merupakan kunci kebahagiaan dan kepuasan hidup secara keseluruhan. Bronnie menekankan pentingnya untuk tidak menunggu hingga akhir hayat untuk menyadari hal ini, melainkan membuat pilihan yang membawa kebahagiaan sejak awal.

Selain itu, terlalu banyak bekerja dapat mengorbankan kesehatan dan hubungan personal. Bill Gates, pendiri Microsoft, pernah mengakui bahwa dia terlalu fokus pada pekerjaan hingga mengabaikan hal-hal penting lainnya. Dia menyarankan untuk memberi waktu bagi diri sendiri, menjaga hubungan dengan orang tercinta, dan merangkul kebahagiaan dalam hidup.

Kesimpulannya, kebahagiaan adalah pilihan, dan memilih untuk hidup dengan kejujuran, keberanian, dan mengutamakan kepentingan diri sendiri adalah kunci menuju kehidupan yang memuaskan.

Source link

berita terkait

Stay Connected

0FansLike
0FollowersFollow
0SubscribersSubscribe

Berita Terbaru