27.8 C
Jakarta
Wednesday, July 24, 2024

11 Jenis Makanan Indonesia Tinggi Lemak Trans yang Berpotensi Menyebabkan Sakit Jantung

Hasil penelitian dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengungkap sumber makanan asam lemak trans dalam pasokan pangan di Indonesia. Studi tersebut melibatkan pengujian laboratorium terhadap 130 produk makanan yang terdiri dari minyak, lemak, margarin, makanan kemasan lemak, serta makanan siap saji di Jakarta dan Bogor.

Dari hasil pengujian, sekitar 10% produk atau sekitar 11 makanan melampaui rekomendasi WHO terkait kadar lemak trans. WHO merekomendasikan agar kadar lemak trans dalam pangan kurang dari 2 gram per 100 gram total lemak. Konsentrasi lemak trans tertinggi terdapat pada campuran margarin dan mentega, yakni 10 kali lipat dari batas rekomendasi WHO.

Berikut adalah daftar jajanan di Indonesia yang memiliki konsentrasi lemak trans di atas dua gram per 100 gram total lemak:
1. Mentega Putih atau Shortening Produk Dalam Negeri: 4,21 gram
2. Mentega Putih (Desa): 2,40 gram
3. Campuran Margarin dan Mentega: 22,68 gram
4. Biskuit Pai Polos Dalam Negeri: 9,34 gram
5. Wafer Salut Cokelat dengan Isian Cokelat Impor: 2,38 gram
6. Keik Red Velvet Dalam Negeri: 2,33 gram
7. Roti Maryam Cokelat (Kota): 4,50 gram
8. Roti Maryam Cokelat (Desa): 6,48 gram
9. Martabak Cokelat (Kota): 4,19 gram
10. Kroisan (Toko): 2,09 gram
11. Kroisan dengan Isian Cokelat (Kemasan Pabrikan): 5,34 gram

Lemak trans adalah asam lemak tak jenuh yang dapat memicu berbagai masalah kesehatan jika dikonsumsi dalam jumlah tinggi, seperti risiko penyakit jantung, peradangan, kanker, kesehatan otak yang menurun, dan peningkatan berat badan. Lemak trans juga berkontribusi dalam meningkatkan kadar kolesterol jahat (LDL) dan menurunkan kolesterol baik (HDL), menjadikannya jenis lemak paling berbahaya bagi kesehatan.

Source link

berita terkait

Stay Connected

0FansLike
0FollowersFollow
0SubscribersSubscribe

Berita Terbaru